Arsip

Archive for the ‘Manakib Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin QS (Abah Anom)’ Category

MEYAKINKAN HATI MURIDNYA

15 Februari 2012 Tinggalkan komentar

Ilham namanya (ikhwan) mendengar di masa ini ada 4 Wali Mursyid yang Masyhur dan banyak orang menyebutnya Sulthon Aulia di masa ini di antaranya adalah Alm. KH. Zaini Abdul Ghani Al-Aidrus ( Guru Sekumpul, Martapura Kalimantan Selatan ),  Syaikh Nazim Adil Haqqani Al-Qubrusi An-Naqsbandi dari Cyprus Turkey,  Al-Habib Abdul Qodir As-Saqqof dari Jeddah dan yang terakhir Sayyidi Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin ( Abah Anom, Suryalaya Tasikmalaya ).  Sulthon Aulia hanya satu di setiap masa tidak mungkin lebih, dialah Wali Mursyid yang paling taqwa pada zamannya.

Singkat cerita Ilham bersama Ustadz Jufri ikut juga bersama anak istri Pamitan kepada Abah Anom mau Pulang Ke Pontianak di tengah kondisi padatnya arus mudik Lebaran 2007.  Sebelum berangkat Ustaz Jufri sempat nelpon ke Pengurus tiket Tanjung Priok dapat kabar masih ada tiket namun sesampainya di Pelabuhan Tanjung Priok kaget bukan kepalang tidak kedapatan tiket lantaran tiket keburu habis di beli orang sedangkan barang yang dibawa banyak. Mau balik lagi ke Tasikmalaya tidak mungkin ongkos pas-pasan. Baca selengkapnya…

SEORANG MURID BERHENTI DARI KEBIASAAN MEROKOK

KH. Zezen Zainal Abidin Baazul Ashab (Ajengan Zezen) adalah seorang ulama besar di zamannya yang sudah menguasai berbagai ilmu, beliau memiliki kebiasaan suka merokok bahkan pada saat mengajar sekalipun.

Akhirnya beberapa orang dari kalangan keluarga dan rekan ulama mencoba menasihatinya tapi tidak mempan meskipun dengan mengeluarkan dalail.

Ketika beliau datang ke Suryalaya beliau tidur di bawah bedug dan kemudian dipanggil oleh Pangersa Abah. Kemudian Abah menyapa dengan nada lembut : “masih suka merokok euy” jawab Ajengan Zezen : “iya Abah” kata Abah : “Abah juga punya rokok mah meskipun ga suka merokok” kemudian Abah mengeluarkan rokok dan memberikannnya kepada Ajengan Zezen. Lalu dinyalakanlah rokok tersebut oleh Ajengan Zezen di hadapan Pangersa Abah. Baca selengkapnya…

PROF. DR. BUYA HAMKA, HARUN NASUTION DAN IBNU TAIMIYAH PUN MASUK THORIQOH

17 Desember 2011 Tinggalkan komentar

SIAPA sangka mantan pimpinan Muhammadiyah Buya Hamka ternyata mengikuti Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah. Ketua MUI pertama ini berbaiat kepada Syekh Ahmad Shohibul Wafa Taajul Arifin (Abah Anom), mursyid thoriqot dari Pesantren Suryalaya Tasikmalaya.

Hal ini diungkapkan Dr Sri Mulyati, pengajar tasawwuf UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, baru-baru ini. Ini penelitian pribadi saya ketika menyelesaikan disertasi, ada fotonya ketika berbaiat dengan Abah Anom. Cuma ada sebagian orang Muhammadiyah yang tak percaya, katanya.

Mantan Ketua Umum Fatayat NU ini menuturkan, Buya Hamka sendiri pernah berujar di Pesantren Suryalaya Tasikmalaya bahwa dirinya bukanlah Hamka, tetapi Hampa. Saya tahu sejarahnya, saya tahu tokoh-tokohnya, tetapi saya tidak termasuk di dalamnya, karena itu saya mau masuk. Akhirnya beliau masuk, karena mungkin haus spiritual, tandasnya. Buya Hamka berkata: diantara makhluk dan kholik itu ada perjalanan yg harus kita tempuh. inilah yg kita katakan thoriqoh. Baca selengkapnya…

SEJARAH SINGKAT ABAH ANOM

17 Desember 2011 Tinggalkan komentar

Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin adalah nama asli Abah Anom. Lahir 1 Januari 1915 di Suryalaya, Tasikmalaya. Beliau anak kelima dari Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad atau Abah Sepuh, pendiri Pesantren Suryalaya. Sebuah pesantren tasawuf yang khusus mengajarkan Thariqat Qadiriyyah Naqsabandiyah (TQN).

Beliau memasuki bangku sekolah dasar (Vervooleg school) di Ciamis, pada usia 8 tahun. Lima tahun kemudian melanjutkan ke madrasah tsanawiyah di kota yang sama. Usai tsanawiyah, barulah beliau belajar ilmu agama Islam secara lebih khusus di berbagai pesantren.

Beliau keluar masuk berbagai macam pesantren yang ada di sekitar Jawa Barat seperti ; Pesantren Cicariang dan Pesantren Jambudipa di Cianjur untuk ilmu-ilmu alat dan ushuluddin. Sedangkan di Pesantren Cireungas, beliau juga belajar ilmu silat. Minatnya untuk belajar silat diperdalam ke Pesantren Citengah yang dipimpin oleh Haji Djunaedi yang terkenal ahli “alat”, jago silat dan ahli hikmat. Baca selengkapnya…

MENOLONG MURIDNYA YANG AKAN DIPERKOSA DARI JARAK JAUH

17 Desember 2011 Tinggalkan komentar

Abdul telah tiada. Bunga di atas kuburan Abdul yang terletak di area kuburan blok Nyongklang Selajambe Kabupaten Kuningan tampak masih segar sekalipun sudah tiga hari terpanggang panas terik matahari.

Begitu pula gundukan tanah merah tampak terlihat masih basah padahal kuburan sekelilingnya sudah kering bahkan terlihat retak-retak akibat kemarau berkepanjangan.

Sepintas, tak ada yang istimewa pada kuburan tersebut. Sama saja seperti kuburan yang lainnya. Namun sesuatu yang beda akan terasa disana. Wangi bunga akan tercium manakala orang melewati kuburan tersebut. Emangnya siapa sih yang “tertidur” di dalam sana? Inilah kisahnya.

Adalah Abdul, seorang laki-laki yang 3/4 usianya dihabiskan dalam lembah kemaksiatan. Di kota Metropolitan, Abdul menjelma menjadi bajingan yang Super Haram Jadah. Ia adalah jagoan yang tak pernah kenal rasa takut. Bagi sesama penjahat,  Abdul adalah momok yang menakutkan. Bagi polisi lelaki yang sekujur tubuhnya dipenuhi tato wanita telanjang itu merupakan sosok penjahat yang super licin yang sulit ditangkap karena kepandaiannya menggunakan jampi-jampi sehingga mampu berkelit dari kejaran aparat. Kapanpun dan dimanapun, perbuatan maksiat tak pernah ia lewatkan. Baca selengkapnya…

MENGETAHUI SEMUA HATI MURIDNYA

17 Desember 2011 2 komentar

Tersebutlah seorang kiayi bernama KH.Tohir Abdul Qohir yang sedang menimba ilmu di salah satu pesantren di kotanya. Konon Sang Guru yang mengajarkan ilmu di pesantrennya tersebut melarang Kiayi Tohir untuk tidak menemui seorang kiayi besar yang tinggal di Suryalaya bernama Abah Anom, apalagi berguru kepadanya.

Namun, setelah melalui penelusuran dan pembelajaran ilmu tassawuf yang diajarkan di Pesantren Suryalaya, akhirnya kiayi Tohir meminta kepada Abah Anom untuk dibaiayat atau ditalqin dzikir (di ajarkan dzikir Thoriqoh).

Namun, tentu saja dalam benak kiayi Tohir kunjungannya ke Abah Anom yang tanpa sepengatahuan gurunya itu akan membuat murka di pesantren dikotanya. Apalagi, setelah di talqin dzikir (pengajaran dzikir thoriqat) ada suatu amanat dari Abah Anom yakni ucapan salam yang harus disampaikan kepada guru dipesantrennya. Baca selengkapnya…

DAGING BERUBAH JADI MANUSIA

Cerita ini diambil dari ceramahnya KH. M. Abdul Gaots Saefulloh Al-Maslul salah seorang wakil Talqin Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya, Jawa Barat Indonesia.Alkisah KH. Maksum memiliki seorang istri yang sedang mengandung. Menurut vonis dokter, istri kiayi tersebut bukanlah kehamilan normal yang biasanya terjadi pada seorang wanita. Namun istri KH. Maksum divonis menderita kanker dan harus segera dioperasi.Sang Kiayi akhirnya datang ke Suryalaya ingin bertemu Pangersa Abah Anom untuk meminta doa beliau agar istrinya diberi kelancaran saat operasinya nanti. Ketika KH. Maksum mengutarakan maksudnya tersebut, Abah hanya berkata: “Heug, sing jadi jelema”, dalam bahasa Indonesia: iya, jadi manusia, maksudnya adalah semoga kandungan istri KH. Maksum menjadi manusia dengan izin Allah. Baca selengkapnya…
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.